Indosat Selenggarakan Global Goals Jam

Indosat menyelenggarakan Global Goals Jam di Jakarta pada Jumat (20/9) ini. Indosat menjadi operator pertama yang mengadakan Global Goals Jam.

“Kami buat acara ini berbentuk ideathon atau idea marathon. Ini menjadi suatu tahapan awal untuk mengenerate ide-ide baru yang berkaitan dengan social impact bukan business impact.” kata Chief Innovation and Regulatory Officer Arief Musta’in.

Global Goals Jam sendiri adalah sebuah inisiatif global yang bertujuan untuk menjaring berbagai kelompok dan komunitas yang memiliki ide peenyelesaian suatu masalah global atau lokal berkonteks global. Ide-ide tersebut akan dituang dalam sustained development goals (SDG).

Terdapat 17 gol yang terdaftar sebagai SDG berdasarkan Division for Sustainable Development Goals (DSDG) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB/UN). Bagi PBB, 17 gol tersebut menjadi target permasalahan dunia untuk diselesaikan hingga tahun 2030.

Di Indonesia, pemerintah melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menentukan SDG untuk Indonesia. Dalam pedoman tersebut, Indonesia tidak memiliki SDG untuk gol ke 12, 14, dan 16 yang berturut-turut adalah konsumsi dan produkai bertanggungjawab, kehidupan bawah laut, dan perdamaian, keadilan, serta institusi kuat.

Wadah Untuk Pencetus Desain Solusi

Acara Global Goals Jam di Indonesia menjadi sarana bagi tim-tim yang datang dari berbagai kota untuk memaparkan desain ide solusi. Acara ini memiliki peserta-peserta dari 84 kota.

Satu tim akan terdiri dari maksimum enam orang. Pada acara, setiap tim akan mendapat kesempatan untuk mempresentasikan desain solusi mereka sesuai dari salah satu atau lebih gol yang ditentukan. Selain itu, desain juga bisa mendapat feedback ketika sesi sharing dengan tim lainnya

Pada akhir acara, Indosat akan memilih satu pemenang dari tim-tim untuk dinobatkan menjadi desain solusi terbaik.

Ide-ide hasil acara akan dilaporkan ke tim global. Pelaporan ide akan sebelumnya melewati proses diskusi internal Indosat.

“Kita punya sistem yang membuat kita bisa laporan hari ini lakukan apa, termasuk ide-ide itu.” pungkas Arief.

Selain itu, acara juga mengikutsertakan United Nation Development Program (UNDP). UNDP nantinya dapat memilih desain-desain dari berbagai negara untuk didukung lebih lagi untuk lanjut ke ranah internasional.

“Saya pikir kita akan punya opportunity bagus untuk melahirkan be erapa ide yang tidak hanya berskala Indonesia tetapi juga dunia. Semoga salah satu atau duanya dari Indonesia.” tandas Arief. [idc]